25 February 2012

Sister's Buddies

Dari judulnya udah ketauan. Ini tentang temen-temen kakak yang cukup gue kenal selama ini. Latar belakang (...formal abis) gue nulis ini dikarenakan kerinduan  yang sangat menggebu.


Singkat cerita, gue anak terakhir dari 4 bersaudara. Beda sama yang ketiga itu 11 tahun. Sperma sisa kaliya mwahaha. Kakak gue yang ketiga namanya Sisca. Dari kecil udah deketttt... Gak kalah deket juga sama temen-temen doi. Dulu gue itu ibarat 'kesayangan' temen-temen kakak soalnya kan gue imut gimana giduuu (?). Ya bisa diibaratkan ade-adean mereka yang bisa diunyu-unyuin.  Temen kakak yang selalu eksis sampai 2012 ini adalah temen-temen sidi-nya. Sebut saja : Ka Pretty, Bang Andros (yang lain tak bukan suaminya sendiri), Bang Wahyu (Pacar Ka Pretty). Yap, setiap jalan sama mereka ya gue cuma jadi kacung karena notabennya mereka berpasang-pasangan. lol


Lagi bener-bener kangen sama mereka. Sejak kakak nikah dan tinggal di Balikpapan, gue tinggal dirumah cuma bertiga sama bonyok. Sepi. Padahal dulu sering banget jalan sama mereka. Walaupun gue terbilang curut...atau mereka lebih sering manggil gue 'De Ucrit', tapi obrolan mereka nyambung sama gue. Entah gue yang kelewat dewasa atau mereka yang kekanak-kanakan :-P


#Indonesian Idol
Dulu.... lupa tahun berapa, zaman Indonesian Idol 2, gue sama mereka keranjingan banget sama Judika & Mike. Akhirnya kita nekatin diri ke Balai Sarbini. Have no ticket, brow. Disitu gue baru sadar ternyata di Indonesia sangat banyak penyelundup. Me inside. Hehehehe. Bermodalkan muka melas dan kemampuan acting minim, gue teriak diantara berjubel manusia. "Pakkkk....aku kejepit...aku anak kecil...tolonggggg....". Yeah akhirnya dikasihinin dan diizinin masuk. Karena ga mungkin sendirian, gue bilang ke crew-nya, "Masa aku sendiri?Kan masih kecil..." Kemudian gue tariklah Ka Pretty buat nemenin. Bang Andros, Ka Sisca sama Bang Wahyu terpaksa harus nonton di restorannya karena gabisa masuk.


Gue nonton akhirnya cuma berdua sama Ka Pretty. Seruuuuu. Tapi ditengah acara, Ka Pretty bilang mau nyusul ke restoran. Gue ditinggal dan janji bakal ditelpon pas break result show. Ok. Gue pun seru-seruan sendiri. Pas selesai mau break, gue ketemu Bona Idol. Kyaaa akhirnya minta futu-futu gahoel gitu. Tapi...taraaa Hp-nya tiba-tiba mati. Bukan, gue bukannya sedih nggak bisa foto sama Bona. Masalahnya adalah gimana cara hubungin kakak???? Hello? Masih kecil.


Dengan keberanian tinggi, gue ke hall bawah. Ternyata bisa keluar asal dicap lagi kalau mau masuk. Gue ngeliat ada Ka Sisca dll yang nungguin di depan Balai Sarbini. Entah ada malaikat/iblis apa yang merasuki pikiran, yang jelas muncul otak licik. Gue minta cap yang masih bener-bener basah dengan alasan, "Takut nanti pas makan keapus tante, ntar gaboleh masuk lagi kan?". Pas dapet, gue buru-buru lari ke mereka dan mencapkan ke tangan Ka Sisca, Bang Andros & Bang Wahyu. Pas result show, mereka bisa masuk :D Ok. Gue seperti malaikat bukan? Pada akhirnya pun kita seneng bareng. I'll never forget this moment :D


#Balai Sudirman
Kalau tadi Balai Sarbini, sekarang Balai Sudirman. Kalau tadi gue yang melakukan kecurangan, sekarang mereka. Ini tergokil dan terngangenin. Hampir disetiap bulan kita melakukan ini. Penyelundupan demi perut kenyang. Hahahaha. Jadi, ini dilakukan setelah pulang gereja. Dengan modal pakaian rapi dan keren, kita pergi ke Balai Sudirman, pernikahan-entah-siapa. Triknya, kita berhenti sebentar didepan, 1 orang masuk untuk ngecek nama yang nikah dan langsung hubungin yang lain supaya pas ditanyain itu bisa jawab dan tidak mencurigakan. Yeah. Biasanya gak cuma ber-5 sih. Kadang sama Bang Jendri atau Ka Novi juga. Atau kadang feat. sama Bang Angelo & Bang Kiki. Ber-banyak manusia cuma kasih 1 amplop isinya 10ribu dengan  mendapat fasilitas AC & makanan nyummmmy nambah sesuka hati. Lol. Mungkin cara ini bisa jadi referensi anda-anda sekalian. Mwahahah. Kangen banget.


2 cerita itu kayaknya cukup menggambarkan gimana bahagianya gue bareng sama mereka. Gila! Sekarang udah nggak pernah lagi. Kakak juga udah punya anak jadi sekarang mana sempet buat ngelakuin hal aneh-aneh. Sekalipun pergi paling cuma ke mall. Walaupun seru-seru juga tapi tetep aja kurang 'ngena'. Kangen!!!! Whoa....


 Bang Wahyu - Ka Pretty - Ka Sisca - Gabriel - Bang Andros

Doc : December 2011. 
20 February 2012

l...a...i...f



Bukankah hidup itu seperti gitar? Meskipun ada senarnya yang putus, masih bisa bermelodi, kan? Meskipun sebagian mimpi dan harapan lo kandas, lo tetap bisa mewarnai hidup, kan? digna yang sedang frustasi

18 February 2012

3212




Kenalkan, pacar saya yang gajauh-jauh ditemukan sejak sekolah dasar, Daniel Fernando Simarmata.
Ceritanya panjang. Bahkan kepanjangan.




Sohib. Sekelas dari kelas 2-6 SD. Kemudian berdiam di SMP yang sama dan sempat sekelas dikelas 3. SMA pisah. Dia 61. Gue 48. Sempet lama ga kontak-kontakan, kalaupun iya ibaratnya cuma 'sekedar'. Nggak sedeket dulu. Tapi sekarang deket banget. Mwahaha.
Sebenarnya...hubungan ini agak terlarang. Hm. Bukan terlarang juga sih tapi kurang dikehendaki. Ya gak dikehendaki juga sih. Apa ya namanya...lebih tepatnya kurang diinginkan oleh beberapa oknum. Oknum yang sebenarnya mengharapkan gue mengikat hubungan dengan 'X'.


Jadi, malam itu, 3 Februari 2012, hujan mengguyur Jakarta. Timbul perasaan gundah yang menderu (ini lebay....). Gue takut dia menggagalkan rencananya untuk datang ke rumah. Tapi ternyata hujan sedikit mereda dan dia menerjalnya demi untuk sampai ke Jl. Duri blok G8/No.10 (lebay lagi....). Dia duduk diruang keluarga. Perbincangan yang terjadi seolah-olah hanya basa-basi. Intinya tercetus kalimat dipikiran, "mau dibawa kemana hubungan kita?". Jujur, disitu gue mengharapkan dia mengungkapkan kalimat yang gue tunggu-tunggu. Ternyata tak kunjung tiba.


Sampai akhirnya gue memutuskan untuk memutarkan tugas film kelompok dia. Ceritanya disini gue itu penasaran sama tugas dia yang katanya bikin film pers-pkn. Masalahnya ada adegan dia nyebur di kali kalimalang, diperkosa di angkot, jadi oprah. Gosh *_* Jadi ya penasaran terus gue minta dia buat bawa. Pas dicoba ternyata suaranya ga keluar fufu. Datanglah epin. Bukan, dia bukan tukang sound. Hahaha. Jadi dia sengaja dateng buat ambil baju dia yang gue pinjem. Ya sekalian sih nemenin gue sama Ando soalnya gue gaenak bawa cowok ke rumah. Ga biasa.


Back back. Setelah sekian lama nyoba tetep nggak bisa. Akhirnya kita pindah ke kamar gue. Ets ets ke kamar.....hahaha kan bertiga tau. Dicoba di komputer akhirnya bisa. Kita pun nonton sambil ketawa ngakak. Filmnya thumbs up deh. Disitu entah mengapa kenapa bagaimana.....tindakan sengajanya menutupi mata gue dengan bantal terasa begitu indah. Padahal sesek. Hahaha. Ya, ditambah sentuhan tangan yang tidak sengaja. Indah. Ah mayu.


Ya. Sampai filmnya berakhir pun dia tidak mengutarakan hal itu. Dibilang sedih ya sedih. Akhirnya dia memutusan untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 21.30. Yup, makin sedih. Sebelum keluar kamar, Ando bilang sama epin supaya stay dulu di kamar gue. Hmmm?!?!


Turunlah gue nganter dia.Terjadi kira-kira 2x bolak balik kedalem-keluar rumah karena dia minta air putih, gue ambil buavita, gue naro guling yang ga sengaja kebawa, disuruh ambil hp kata doi, dsb. SALTING. Pandang-pandangan...senyum-senyuman. Akhirnya dia ngomong, "Baca sms deh..."


A : "Dig mau nggak jadi pacar aku?"

OMG rasanya pengen nempeleng. Udah ketemu langsung tapi ujung-ujungnya sms. Mwahaha. Akhirnya sih dia ngomong langsung juga. Panjang. Sweet. . Menjurus ke menggelikan sih tapi.

D : "Kamu suka sejak kapan, Ndo?"
A : "Sejak Adam dan Hawa diciptakan"
Kemudian tertawa.

Susah banget serius karena ya emang kita doyanannya becanda. Bahkan dia sempet bilang, "Sejak aku tau kalau malaikat tak bersayap....". Maksudnya itu gue. Gosh this guy 0_0. Nggak beberapa lama, Epin keluar ngajak makan. Akhirnya dia jalan duluan ke Ropipa karena udah ada Aldo sama Keno. Gue dan Ando masih stay dengan jawaban gantung yang sengaja gue kasih. Mhihi. Saat itu gue emang udah tau jawabannya cuma gue bingung harus menjawab dengan cara apa. Gakmau yang biasa aja. And finally.......

Gue nyuruh Ando pulang tapi sebelumnya anterin gue ke Ropipa dulu. Penerimaan-pun terjadi diperjalanan menuju Ropipa. Dia nanya lagi, "Gimana dig?". Penasaran gitu doi. Akhirnya gue jawab lewat goresan tangan dipunggungnya. (...mainan bocah SD ituloh)

D : "D...I...G...N...A"
A: " Digna?"
D : "M....A......"
A : "Digna ma...u ya? Hehehe."
D : "PD gila lo. Digna Margareth, ye..."
A : *speechless*
D : Finally karena udah deket Ropipa, gue nulis "U"
Dia seneng. Senyum. Gue juga

Pas turun gue sempet nanya, "Jadi kita udah jadian nih? Hahaha". Ya, emang slengean sih. Tapi serius gue juga agak kaget. Dari temen jadi demen. Ternyata bukan terjadi di FTV aja yah. Mwihihi.

Ok then, I'm taken. Itu aja sih intinya. Thankyou someone overthere yang sangat saya sayangi. Especially for the main character of our relationship, Jesus Christ, semoga Kau dengan senantiasa memberkati hubungan kami. Serta kepada yang baca post ini, siapapun kalian, bersedialah sekiranya untuk mendoakan pula -  


Lucky I'm in Love with My Best Friend

05 February 2012

3


I gotta have you more than just best friend
I gotta have you to be my last
02 February 2012

5years left.

(Menulis sambil diiringi Jambrud - Pelangi di Matamu + Kerispatih - Kejujuran Hati)

Apakah yang kamu lakukan saat tau teman dekatmu memendam rasa sayang kepadamu selama 5 tahun dan tidak pernah dia ungkapkan selama ini? Shock pastinya ditambah beribu pertanyaan yang intinya tetap sama. "KOK BISA?"
That's happen to me. Ya. Aku bukan shock lagi, lebih dari tidak percaya, entah disebut apa. Aku seperti tak tau harus bersikap apa karena aku merasa aku telah sangat salah untuk hal ini? Mengapa?


Aku memang temanmu. Bisa dibilang sahabat. Tapi aku tidak sedikitpun peka terhadap semua tindakan baikmu kepadaku yang ternyata memiliki maksud yang lebih dari sekedar teman.
Terimakasih. Terlebih aku meminta maaf apabila aku tidak merasakan hal yang kamu rasakan sejak lama. Sejak.....awal kita mengenakan putih-biru sampai detik ini.


Dan aku tak menyangka baru saja kamu dengan berani mengungkapkan apa yang kamu tahan selama ini. Dengan setia kamu menungguku dari jaman E sampai V dan kini dengan terpaksa kamu harus mengalah kembali untuk kesekian kalinya demi perasaanku kepada seseorang yang juga temanmu.


Jujur, aku merasa berdosa. Secara tak langsung aku menyakitimu yang sejujurnya tak pantas untuk tersakiti. Maaf. Beribu maaf. Mekipun kau selalu bilang agar aku tidak usah terlalu memikirkannya, aku tetap merasa bersalah. Sekali lagi aku meminta maaf kalau ini tak sejalan dengan harapanmu. Tangisanku saat ini tak lebih dari rasa syukurku karena Tuhan mengizinkanku untuk mempunyai sahabat sepertimu. Wish you'll meet another one, AE. Bless you ☺

 

Blog Template by YummyLolly.com